Sabtu, 14 Februari 2009

KeTiKa Ingin Berbuat Baik.....Lakukanlah

Aku pernah bertemu wanita itu beberapa kali, hanya bertemu begitu saja..tapi tentu saja aku tidak lupa akan sosoknya..wanita yang tidak sama dengan wanita lainnya..penampilannya membuat dia berbeda, dengan penampilan dia seperti itu, tentu saja tidak aneh jika beberapa orang tidak mau berpapasan..apalagi menyapanya..untuk kesekian kalinya aku melihatnya lagi..terduduk dipinggir trotoar..tampak sibuk membuka sesuatu..rambutnya gimbal..bajunya kusut dan kotor..tidak mengenakan alas kaki..aku berpikir sudah berapa hari..minggu..dia tidak bertemu dengan air..mandi..? tampak beberapa kantong plastik besar tehampar disebelahnya..
wanita itu tampak masih asyik dengan apa yang dilakukannya..tidak perduli dengan sekitar..tidak perduli dengan orang2 yang menatapnya dengan pandangan menusuk dan jijik..
aku berjalan pelan melewatinya..dia tertunduk masih sibuk membuka2 bungkusan kumal dari koran bekas..ketika aku dihadapannya, tak sengaja dia mengangkat kepalanya dan menatapku yang sedang menatapnya juga..detik itu juga dia menundukan kepalanya kembali..
aku menghentikan langkahku sejenak..mencoba menyapanya,
"banyak sekali bawaannya bu...?"
tampak kaget, dia mengangkat kepalanya..tatapannya nanar..aku hanya terdiam memandangnya..dan dengan pelan dia mencoba untuk tersenyum...
hanya itu..hanya dengan senyum dia menjawab tanyaku..
akupun memberikan senyumku dan berjalan kembali menjauhinya..
hari itu cuma itu saja...akupun melalui hari2ku yang lain.

Siang itu terasa sangat terik..aku harus keluar rumah..dengan terpaksa karena harus ke apotik beli obat..payung yang kupakai tidak mampu menahan garangnya mentari siang ini..aku berjalan kaki, apotiknya terletak dibelakang rumah..tapi harus memutar dulu..agar lebih singkat jaraknya aku mengambil jalan pintas..ada gang kecil yang bisa aku lalui..dan melewati lapangan volley..
diujung lapangan terlihat olehku..seseorang sedang berjongkok, sepertinya sedang melakukan sesuatu..och..rambut gimbalnya..bungkusan2 plastik itu..wanita itu..dia lagi
dari jauh aku melihat dia tampak sibuk dengan tangan kanan yang bergerak2..seperti sedang mengipasi sesuatu..
setelah jarakku semakin dekat..terlihat olehku dia sedang memasak..ada tungku kecil yang tersusun dari batu bata..diatasnya ada wajan kecil..
aku menghentikan langkahku disampingnya..dia masih sibuk dengan kipas2nya
aku melihat kedalam wajan kecil itu..ada air dan sepertinya pisang..ada 5 buah pisang yang berwarna hijau..pisang itu masih mentah..dia sedang merebus pisang mentah..didekat lapangan memang ada kebun pisang, mungkin dia mengambilnya dari sana..
"lagi masak pisang bu.." sapaku..
dia hanya diam..seakan tidak mendengar sapaaanku..masih sibuk dengan kipas2nya..sesekali tangan kirinya mengelap keringat yang berjatuhan dikeningnya...
aku masih memperhatikan dia..api tampaknya tidak mau membesar...dia masih sibuk dengan kipas2nya..sepertinya dia tidak mau diganggu..
akupun tidak mau mengganggu..aku berjalan lagi melanjutkan langkahku
di apotik aku membeli obat yang aku perlukan...karena ada yang harus kubeli lagi, aku mampir ke minimarket disamping apotik..setelah mengambil yang aku perlukan..aku ketempat rak mie instant dan mengambil 6 bungkus mie instant..udah lama aku tidak makan mie jenis itu..aku ke kasir dan membayar belanjaanku..diluar masih panas..
berjalan kembali ke arah pulang..aku melewati lapangan itu lagi..dia masih ada disana, masih sibuk dengan kipas2nya..aku menyempatkan berhenti untuk melihat..air itu masih belum mendidih..dia masih tidak perduli dengan kehadiranku..akupun berjalan kembali menjauhinya..tapi sambil berjalan pelan otakku penuh dengan dialog yang aku lakukan sendiri..
"dia masih sibuk memasak.."
"dia pasti lapar.."
"air itu belum mendidih..kapan matangnya..?"
"kasian dia..lapar sekali tentunya, sampai pisang mentahpun direbus.."
"dia tidak punya uang untuk membeli makanan"
"ayo lakukan sesuatu..."
"iya..apa yang harus kulakukan.."
"ada mie instan..berikan ke dia.."
"dia lapar...kelaparan.."
akupun menghentikan langkahku dan berbalik kearah lapangan tadi
terlihat dia masih sibuk dengan kipas2nya..asap mengepul menutup mukanya..aku berdiri disebelahnya..dia masih tidak perduli dengan kehadiranku..tangan kirinya mengusap matanya..pasti perih terkena asap..
"bu...." sapaku
"ibu..ini buat ibu ya..." sapaku lagi
"ini bisa dimasak.." dia masih diam..
"ibu..ini ada mie..ibu makan ya.." sapaku..dia langsung menghentikan kipas2nya...kepalanya perlahan terangkat..dia menatapku..ada rasa tidak percaya dimatanya...tapi dia cuma diam..aku tersenyum sambil mengangguk..
"iya..ini buat ibu.." aku ulurkan bungkusan plastik kecil berisi 6 mie instan..
tangannya terulur...jari2 itu sangat kotor..kuku2nya panjang dan hitam..diambilnya bungkusan mie..dia masih menatapku..aku masih tersenyum..dan..dan...oooochhh dia ikut tersenyum..bibirnya tersenyum..dan aku juga melihat senyum dimatanya...dia hanya diam dan menunduk kembali..
"dimasak ya bu..."
dia hanya mengangguk pelan...
kurasa sudah cukup..aku berjalan kembali, pulang..masih kusempatkan menoleh kearahnya..dia masih tersenyum melihat aku pergi..
ada yang terasa dihati ini...sejuuuuuuk...aku bahagia...tapi aku terharu..aku sedih...
aku tidak bisa memberinya lebih dari mie instan..yang mungkin hanya bisa buat dia bertahan 2 hari...
ada yang hangat mengalir di pipiku...aku menangis..
wanita, maaf aku tidak bisa memberimu lebih..semoga di hari2mu nanti ada yang bisa membuatmu tersenyum kembali..

(sampai hari ini aku belum bertemu dia lagi..tentunya dia sedang berada disuatu tempat..nun disana..dengan rambut gimbalnya..dengan bungkusan2 besar...semoga dia masih bisa tersenyum..)

0 komentar:


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Insurance Top News.